Posted by: moralia19 on: 27 April 2009
INILAH.COM, Jakarta – Apakah Anda bosan karena selalu kehilangan kendali setiap kali bercinta (ML)? Tentunya Anda ingin menemukan posisi seks yang bisa membuat Anda tahan lama dan mencapai klimaks tanpa ada keluhan.
Inilah kabar gembira bagi kaum pria. Tidak hanya Mrs V saja yang bisa Anda mainkan. Tapi Anda juga harus memperhatikan posisi ML yang tepat agar pasangan Anda tidak kecewa karena hanya klimaks sekali saja.
Pertama, berpikirlah bahwa ini tidak hanya sekadar posisi ML yang bisa membuat Anda bertahan lama diranjang. Anda harus berpikir positif – jangan pesimistis – sejak awal bahwa Anda tidak akan mengecewakan pasangan.
Kedua, ubah foreplay menjadi sebuah permainan yang membuat Anda harus menahan gairah. Ini bisa menjadi satu permainan yang lebih menyenangkan, bahkan dibandingkan dengan ML itu sendiri.
Setelah menciumi bibirnya, Anda bisa sedikit turun ke bagian bawah, namun tetap bertahan agar tidak terlalu cepat memasukan Mr Dick.
Ketiga, nikmati saat bersama dan berhenti memikirkan untuk langsung ML, karena ini akan membuat Anda lebih berdebar. Buatlah permainan ini menjadi eksploitasi tubuh secara menyeluruh, tidak hanya terfokus pada Mr Dick yang harus segera bertugas.
Keempat, Anda juga harus mengetahui sampai tingkat mana anda akan mengalami ereksi. Sehingga nantinya Anda bisa mengontrol agar tidak terlalu awal ejakulasi ketika sedang ‘bermain’ dengan pasangan.
Setelah Anda mengetahui level ejakulasi, kini barulah mempraktekkan posisi yang bisa membuat Anda bertahan lama. Namun harus diperhatikan, tidak semua orang cocok dengan posisi ini, tetapi tidak ada salahnya Anda mencoba.
Posisi misionaris? Barangkali ini memang bukan posisi yang baru bagi Anda. Bahkan mungkin juga bukan posisi ML terbaik yang pernah Anda ketahui. Tapi bagaimanapun juga posisi ini sangat membantu kaum pria untuk bisa bertahan lebih lama ketika ML karena memegang kendali permainan.
Posisi lain yang juga bisa membantu pria bertahan lama adalah posisi duduk. Cobalah duduk dengan kaki menyilang, dan dudukan pasangan di atas Anda dengan posisi berhadapan. Mulailah gerakan dorong dan jagalah tempo gerakan Anda.
Anda bisa menggosok punggungnya atau menarik bahunya ke arah Anda dan mulai memainkan payudaranya dengan mulut anda. Demikian juga dengan si perempuan, bisa menggigit pelan leher Anda dan membelai punggung Anda.
Ketika Anda sudah mulai terbiasa dengan gaya ini, dan mempelajari bagaimana mengontrol Mr Dick, berilah variasi baru.
Misalnya dengan saling jongkok. Dengan posisi jongkok, Mrs V cenderung lebih kuat menjepit Mr Dick, sehingga dampaknya bagi sperma si pria bisa keluar lebih cepat. [L1]
Sumber: INILAH.COM, 16/08/2008 – 17:09
Posted by: moralia19 on: 27 April 2009
INILAH.COM, Jakarta – Anjuran itu bukan hanya berlaku untuk menyesap minuman ringan dalam kaleng saja, karena berhubungan seks saat suasana sedang panas, ‘berantem’, konflik, atau sakit hati, sama sekali tidak bermutu.
Atas dasar keinginan berdua untuk hidup lebih baik, maka harus tercapai kesepakatan untuk memperbaiki apa yang menjadi penyebab suasana panas.
Jika rasa marah sudah terkendali dan berangsur hilang, Anda berdua sudah seharusnya tahu apa yang mesti dilakukan dan menjaga suasana adem lebih lama.
Menjaga agar hubungan seks makin bermutu, seperti yang dianjurkan para terapis, dimulai dari keintiman pikiran Anda dan pasangan, misalnya dengan hadir pada momen tertentu.
Jika komunikasi dan hubungan sudah semakin nyaman, rasa ini bisa dibagi dan Anda berdua sudah seharusnya menemukan pula penyelesaian bila kembali berada pada suasana tidak menyenangkan. Kesepakatan itu bisa menjadi suntikan untuk ‘pindah gigi’ dalam urusan ranjang.
Jangan sesekali menyalahkan kondisi karena kesibukan bekerja atau jadwal yang ketat. Bukankah semua orang zaman sekarang ini mempunyai masalah seperti itu?
Cobalah untuk mengatur waktu, muncul pada waktu pasangan membutuhkan kehadiran Anda. Cara ini jauh lebih bermutu, menumbuhkan kepercayaan dan hubungan seks lebih baik daripada tiba-tiba muncul tanpa busana dan ngotot untuk berhubungan seks.
Mumpung akhir pekan, tidak ada salahnya untuk mencoba mendinginkan suasana. Atau bila sudah dingin, silakan menikmatinya. [L1]
Sumber: INILAH.COM, 16/08/2008 – 05:54
Posted by: moralia19 on: 27 April 2009
INILAH.COM, Jakarta – Menikah belum tentu memperbaiki kesehatan seseorang seperti yang diyakini selama ini. Secara historis, orang yang menikah dipercaya mempunyai tingkat kesehatan lebih baik dibanding lajang sejati.
Pendapat itu mendapat anggukan kepala tanpa banyak pertimbangan karena pernikahan memberikan nilai sosial, psikologis, bahkan finansial, yang semuanya mempunyai kaitan dengan kesehatan.
Namun sebuah studi yang akan dipublikasikan Journal of Health and Social Behavior edisi September 2008 menyebutkan, perbedaan itu kian menyempit terutama pada pria.
Dalam 30 tahun terakhir, tingkat kesehatan lajang pria dan wanita yang sama sekali belum pernah menikah, makin meningkat. Kondisi kesehatan yang stabil mendekati mereka yang mempunyai pernikahan bahagia.
Salah satu alasan tren itu karena secara sosial para lajang mempunyai akses yang lebih besar dibanding waktu dulu. Selain itu jumlah pria dan perempuan yang memilih untuk melajang semakin banyak. Inilah yang menjadi potensi pertemanan.
Sementara itu mereka yang melajang kembali karena cerai atau pisah, tingkat kesehatannya lebih buruk dibanding pada saat menikah. Tingkat kesehatan mereka merosot. Para janda pada 1972 mempunyai tingkat kesehatan tidak jauh berbeda saat mereka berpasangan.
Namun pada 2003, tingkat kesehatannya merosot hingga 7%.
Hasil penelitian itu mendorong peneliti Progesor Hui Liu dari Michigan State University mempertimbangkan kembali kebijakan dan program yang menganjurkan untuk menikah.
Studi ini berdasarkan kumpulan data selama 32 tahun terakhir yang dikumpulkan oleh National Health Interview Study, melibatkan sekitar 1,1 juta partisipan usia antara 25-80 tahun. Termasuk di antaranya mereka yang menikah, janda dan duda karena pasangannya meninggal, cerai, berpisah dan lajang yang tidak pernah menikah sama sekali. [L1]
Sumber: INILAH.COM, 15/08/2008 – 18:18